Tinggalkan komentar

Om Nimbrot, om nimbrot tukang mabok

anak timor yang sejati

sonde mandi banyak daki

tiap hari bajalan cari laru

dudu minum sampe pagi

sonde inga pulang rumah

Reff:

Mo bilang apa, om nimbrot su bagitu

sonde ada yang bisa larang lai

pulang sampe di rumah

om nimbrot langsung tabanting kea

tagal hanya mau minum laru (sampe bajual baju)

biar tanta mia mangomel (mangomel tiap hari)

sonde toe ana deng bini tunggu tunggu di rumah e

asam manis laru pung enak

om nimbrot mabok lupa diri

tagal mabok pung beking

oto giling sonde mati

Dapa Usir – Deddy Bartels

Tinggalkan komentar

Liat dari jauh,

nona su balenggang datang

beking be pung hati,

sonde tahan mo kanal

Boleh beta tahu,

nona pung rumah dimana

Tinggalnya di Tarus,

langsung beta antar

 

 

Lagi

Belajar Bahasa Kupang

38 Komentar

Sebelumnya saya berterima-kasih dulu pada teman2 yang sudah mau mendengarkan presentasi saya tadi di kelas ttg blog ini dan juga bagi Ibu Dosen, Bu Imelda yang memberikan tugas membuat blog dan sudah mengizinkan dan memberikan waktu utk presentasi blog. Terima-kasih untuk pertanyaan2, antusiasnya ingin tahu banyak tentang kupang dan sekitarmya. Pertanyaan tentang bahasa Kupang muncul, memberi masukan bagi saya untuk menulis sebuah tulisan tentang bahasa Kupang. Dimulai dari Slogan dari Blog ini, yaitu “Bae Sonde Bae Kota Kupang Lebe Bae“. Secara umum penekanan “e” untuk bahasa Kupang sedikit berbeda dengan penekanan “e” dalam Bahasa Indonesia. Tapi untuk yang baru belajar itu tidak jadi masalah, orang Kupang yang mendengarnya pun bisa mengerti. Kembali ke Slogan tadi, “Bae” artinya Baik, “Sonde” atinya Tidak, “Lebe” artinya Lebih. Jadi secara singkat Slogan tadi artinya “Baik Tidak Baik Kota Kupang Lebih Baik”. Namun slogan tersebut mengandung pengertian yang lebih dalam, yaitu berarti suatu ungkapan cinta kepada tanah air, tanah kelahiran, sejelek apapun perkataan orang tentang tanah kelahiran kita, kota apapun itu, bagi kita kota itulah yang terbaik.

Ada pertanyaan : Susah tidak sih, bahasa Kupang. Dibandingkan dengan bahasa Sunda, Bahasa Bali, dan beberapa bahasa daerah lainnya yang pernah saya dengar, Bahasa Kupang tidak terlalu susah untuk dipelajari. Kata-kata lainnya dalam percakapan sehari-hari yang sering disebutkan adalah sebagai berikut :

  • Saya : Beta/ Be
  • Kamu : Lu,
  • Kalian : Basong,
  • Kami : Katong,
  • Tidak : Sonde,
  • Bagaimana/Gimana : Karmana,
  • Mereka : Dong,
  • Bersih : Barisi,
  • Kotor : Dadolek,
  • Buat : Bikin,
  • Uang : Doi,
  • dll

Lagi

Motor Sampah salah satu wujud KGC

Tinggalkan komentar

Sejak 2009 kemarin KGC semakin digarakkan mulai dari pelatihan daur ulang sampah, lomba kampungku hijau, bersih dan sehat, lomba gapura bertema lingkungan yang berbahan dasar daur ulang sampah,  lomba kebersihan dan penghijauan lingkungan di 49 kelurahan, pemeliharaan bunga-bunga di pinggir jalan, sampe pengadaan motor sampah yang ditempatkan di beberapa tempat di kota Kupang. Smoga Program ini bisa menjadikan Kupang benar-benar Bersih, Sehat dan Hijau, sebab mengingat musim hujan kemarin, saat hujan lebat sekali di sepanjang jalan di depan Polda penuh dengan sampah-sampah yang meluap dari got-got di pinggir jalan tersebut.

Sumber Foto : http://www.facebook.com/pages/I-LOVE-KUPANG/83384882134

Kupang Green and Clean

Tinggalkan komentar

Saat ini Pemerintah Kota  Kupang sedang meluncurkan program Kupang Green and Clean (KGC). Melihat dari namanya artinya Kupang Hijau dan Bersih. Teringat pada film Tanah Air Beta, saat adegan di Pertamina. Disana tertulis tulisan besar dengan warna merah, NO SMOKING. Kemudian salah satu pemerannya film tersebut (lupa namanya😛 ) bertanya pada petugas di Pertamina, “Itu Tulisan Apa?”. “No Smoking” jawab si petugas. Bertanya lagi, “Artinya Apa?”. Dijawab, “Artinya Dilarang Merokok”. Ditanya lag, “Itu Bahasa Apa?”.  Dijawab “Itu Bahasa Inggris?”. Kemudian pemeran film ini berkata “Ko Knapa tulis pake Bahasa Inggris, Bikin apa Orang Inggris datang jao-jao dari sana ko datang baca disini?” Mungkin anda yang tidak mengerti bahasa kupang pun bisa mengerti arti dari perkataan tersebut.

Namun apalah arti sebuah nama, yang penting kan maknanya🙂.   Lagi

Pemerintahan di Kupang setelah tahun 1945

Tinggalkan komentar

Sebelum pasukan sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Kupang pada tanggal 11 September 1945 untuk melucuti tentara Jepang. Penguasa Jepang di Kupang telah mengangkat Dokter Gabeler (seorang Indo Belanda) untuk menjadi Walikota Kupang. Kemudian setelah pasukan sekutu yang diboncengi NICA mengambil alih kekuasaan Jepang di Kupang, maka yang menjadi Residen untuk daerah Timor adalah C.W. Schuller, dan yang menjadi Asisten Residen atau Controleur di Kupang adalah J.J. Spijker.

Pada tanggal 18–24 Desember 1946 Belanda menyelenggarakan “Konferensi Denpasar“. Utusan Timor yang terpilih untuk mengikuti konferensi tersebut yakni : I.H. Doko, A. Rotti dan G Manek. Namun A. Rotti kemudian digantikan dengan J.S. Amalo. Dalam konferensi tersebut Belanda memaksakan terwujudnya Negara Indonesia Timor (NIT). Dengan terbentuknya NIT, maka secara berangsur-angsur kekuasaan Belanda dihapuskan. Pemerintah NIT mengeluarkan instruksi membebaskan pegawai Belanda dari semua jabatannya di NIT. Residen dan Asisten Residen masih dijadikan sebagai penasehat, namun kedudukan Controleur diganti dengan Kepala Pemerintah setempat (KPS). Kemudian pada Desember 1947 dalam kabinet Anak Agung I. H. Doko duduk sebagai menteri muda penerangan NIT. Lagi

Penjajah di Kupang

2 Komentar

Pulau Timor dengan Ibukota Kupang telah dikunjungi  secara rutin oleh para pedagang dari Portugis sekitar tahun 1518 sampai tahun 1550-an. Sekitar tahun 1556 Pater Taveirea, seorang Ordinis Praedicatorum  konon telah membaptiskan kurang lebih 5.000 orang di Pulau Timor. Tahun 1522 sisa Armada Ferdinand Magellan menyinggahi Alor dan Timor (Kupang).
Hubungan dan karya Portugis yang paling menonjol di Kupang terjadi pada tahun 1640-an, ketika Pater Antonio de Sau Jacinto mengemban misinya di daerah ini. Jacinto berhasil menjalin kerjasama yang baik dengan raja Kupang (raja Helong), yang telah dibaptiskan dengan nama Don Duarte, sedangkan permasurinya dibaptiskan dengan nama Dona Maria. Jalinan kerjasama yang baik tersebut melahirkan kontrak tertanggal 29 Desember 1645 yang isinya antara lain : Jacinto diperbolehkan mendirikan sebuah gereja dan sebuah benteng, dan kapal-kapal bangsa lain tidak diperbolehkan memasuki pelabuhan Kupang. Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: